Latar Belakang

Dari Pundi Rakyat Untuk Indonesia

Diawali tahun 2014 dari gagasan generasi muda bernama Yadhy Cahyady yang tergugah hatinya karena melihat kesenjangan sosial, dimana banyak orang mampu dan yang kurang mampu di wilayah Kel. Serdang Kec. Kemayoran Jakarta Pusat,  tetapi belum ada yang menjembatani diantara keduanya. Oleh karena itu, Yadhy Cahyady mengajak beberapa orang untuk mendirikan sebuah lembaga  yang kemudian diberi nama KOIN-Kolam Infak.

Yang dilakukan pertama kali adalah mendata anak terlantar, untuk ikut pada kegiatan yang memungkinkan pada saat itu yaitu rekreasi ke Cilember-Puncak yang diikuti oleh 25 anak. Setelah diperhatikan, ternyata anak-anak tersebut bukan hanya butuh rekreasi tetapi juga butuh peningkatan keterampilan sesuai keminatan anak.  Ketika anak sudah dibantu, ternyata keluarganya juga membutuhkan bantuan, sehingga  dibuatkan juga program untuk keluarganya.

Dana awal untuk membiayai kegiatan tadi, berasal dari dana pribadi para pendiri lembaga, yang  terbatas jumlahnya. Mengingat kegiatan yang dilakukan berlangsung secara berkesinambungan,  maka masyarakat mulai melihat dan  tertarik untuk ikut serta menjadi donatur. Dengan makin banyaknya bantuan yang diterima dari masyarakat, dirasakan perlu untuk membuat lembaga berbadan hukum. Akhirnya pada tahun 2018, para pendiri lembaga sepakat untuk memformalkan lembaga KOIN-Kolam Infak menjadi sebuah Yayasan dengan nama Pundi Rakyat.

Pundi dimaksudkan sebagai wadah untuk menyimpan bantuan dari masyarakat baik berupa  uang, makanan maupun barang. Sedangkan Rakyat dimaksudkan sebagai pemberi bantuan (PSKS) maupun  penerima bantuan (PMKS), dengan sasaran untuk menggerakkan PSKS membantu PMKS dengan media berupa KALAM-Kaleng Amal. Agar PSKS tertarik, dibuatlah beberapa kegiatan dengan akronim dan PSKS dapat memilih sesuai minatnya, diantaranya PERMATA-Pemberian Makanan Tambahan, PAHALA-Pelayanan Kesehatan Lansia dan BRILIAN-Pemberian Beasiswa Prestasi Kepedulian.

Scroll to Top